Simbolisme atas Iman, Teologi, Ibadah dan Komunikasi Gereja

Penulis

Emerson H. Siahaan
Sekolah Tinggi Teologi Johanes Calvin Bali
Kata Kunci: Teologi Simbolisme, Simbol, Gesture Digital, Penghayatan iman, ibadah umat

Iman adalah inti ibadah umat Kristen yang sangat sulit untuk dinyatakan dalam bahasa manusia. Kitab Ibrani 11:1 ‘Iman adalah  dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan  dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat’  membuktikan bahwa iman itu tidak dapat dikomunikasikan dalam bahasa atau pemikiran manusia.  Berdasakan hal itu maka  iman dikomunikasikan dengan simbol untuk mengungkapkan penyataan Allah.   Teologi simbolisme adalah suatu pendekatan terhadap kenyataan secara menyeluruh melalui simbol seperti Mite, Liturgi, sakramen Baptisan dan Perjamuan untuk merumuskan atau menyingkapkan perbuatan Allah. Melalui simbol itu orang Kristen berpartisipasi dalam kehidupan beriman. Metode yang kami pakai untuk menulis jurnal ini adalah dengan pendekatan kualitatif yaitu dengan studi pustaka (buku, artikel ilmiah, junal). Harapan kami tulisan   ini kita dapat   melihat praktik teologi simbolisme dalam peribadahan di gereja dan kehidupan orang percaya secara pribadi. Tulisan ini  memberikan masukan untuk  gereja dan orang percaya memperkaya ibadah umat Tuhan.   

Alkitab edisi Studi, 2011, Jakarta: LAI

Alkitab Terjemahan Baru Edisi Kedua, 2025. Jakarta: LAI

Boehlke R. Robert, Sekitar Teologi SImbolisme sebagai Dasar Komunikasi Kristen. Jakarta: Pidato Pengukuhan sebagai Guru Besar dalam Ilmu Pendidikan Agama Kristen pada Sekolah Tinggi Teologi Jakarta, 1972.

Calvin, Johanes. INSTITUTIO. Pengajaran Agam Kristen. Seri: Sumber-sumber sejarah Gereja. Nomor satu.Jakarta: BPK GM, 1985.

de Jonge, Christiaan, “Sola Scriptura: Alkitab pada zaman Reformasi terutama dalam Teologi Calvin”, dalam buku “Mendidik dengan Alkitab dan Nalar. Kumuplan karangan dalam rangka penghormatan kepada Pdt.Prof.Richard W.Haskin, Ph.D.”. Penyunting : Ioanes Rahmat. Jakarta: BPK-GM, 1995.

GPIB., BUKU II : Tata Ibadah, Musik Gereja dan Pakaian Liturgis.,Jakarta, 2015.

Gunawan, Budi dan Barito Mulyo Ratmon, Medsos di antara Dua Kutub. Sisi Baknya Luar Biasa, Sisi Buruknya Bisa membuat Binasa., Jakarta: RAYYANA Komunikasindo, cet.ke 2, 2 Oktober 2023

Mardiatmadja, B.S. Beriman dengan Bertanggungjawab. Yogyakarta: Kanisius. 1985.

Martasudjita, E. Memahami Simbol-simbol dalam Liturgi. Jogjakarta: Kanisius, 1998

GPIB, Majelis Sinode. BUKU II: Hasil Persidangan Sinode XV. Jakarta.

Rachman, Rasid, “Pembimbing ke dalam Sejarah Liturgi”Jakarta: BPK-GM, cetakan ke-2, 2012.

Sitompul,A.A, ‘’Bimbingan Tata Kebaktian Gereja: Suatu studi Perbandingan”., Buku terjemahan dari bahasa batak berjudul “Parmingguon Na Mangolu”., Pematang Siantar, cetakan pertama tahun 1993.

Syukur Dister OMF, Nico.,”Pengantar Teologi., Jakarta : BPK GM-Kanisus, cetakan ketiga tahun 1994

White.James.F, “Pengantar Ibadah Kristen”. Jakarta: BPK-GM, 2002.

Wyrick, Jerry“Apakah itu IbadahProskuneo?”, Artikel : worshipparts-net.translate.goog/what-is-worship-proskuneo. Diposting oleh Admin pada 10 Desember 2015.

Data unduhan tidak tersedia.

Diterbitkan

2026-06-30

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Simbolisme atas Iman, Teologi, Ibadah dan Komunikasi Gereja. (2026). Sola Scriptura: Jurnal Teologi, 7(1), 50-67. https://journal.sttjohanescalvin.ac.id/index.php/Scriptura/article/view/127