Jurnal ini akan memaparkan mengenai sifat Allah menurut perjanjian lama dan perjanjian baru, mengidentifikasikan karakteristik Allah yang konsisten dan berbeda dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru tersebut. Kajian ini juga akan merujuk kepada beberapa literatur teologi. Sifat Allah merupakan sebuah tema yang begitu sentral dalam dunia teologi Kristen. Sebagaimana Perjanjian Lama dan perjanjian baru telah memberikan begitu banyak gambaran yang komprehensif mengenai sifat Allah yang mencakup berbagai atribut-atribut seperti kasih, keadilan, kemahakuasaan, dan kesetiaan. Dalam jurnal ini akan membahas mengenai sifat-sifat tersebut.
Abdullah., Teologi Perjanjian Lama. Jakarta: Kanisius. 2010.
Harianto., Kasih Allah dalam Alkitab. Bandung: Bina Kasih. 2012.
Hartono., Kebijaksanaan dalam Kristus. Yogyakarta: Andi Offset. 2012.
Prasetyo., Keberadaan Allah dalam Mazmur. Bandung: Kalam Hidup. 2013.
Purwanto., Kemurahan Allah dalam Perjanjian Lama. Jakarta: Kanisius. 2006.
Rahardjo., Kekudusan Allah dalam Perjanjian Lama. Surabaya: Momentum. 2008.
Santoso., Hikmat Allah dalam Kitab Amsal. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 2009.
Setiawan., Keadilan dan Kasih Allah. Yogyakarta: Andi Offset. 2008.
Simanjuntak., Teologi Perjanjian Baru. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 2011.
Suryaputra., Kemahakuasaan Allah dalam Alkitab. Surabaya: Momentum. 2009.
Utomo., Karakter Allah dalam Alkitab. Yogyakarta: Andi Offset. 2010.
Widjaja., Sifat-sifat Allah dalam Perjanjian Lama dan Baru. Bandung: Kalam Hidup. 2013.
Widyawati., Kekudusan dalam Perjanjian Baru. Bandung: Bina Kasih. 2014.
Wijaya., Firman yang Hidup: Kristologi dalam Injil Yohanes.Jakarta: BPK Gunung Mulia. 2008.
Wirawan., Anugerah Allah dalam Yesus Kristus. Surabaya: Kalam Hidup. 2011.
Wobowo., Kesetiaan Allah dari Kejadian hingga Wahyu.Jakarta: Kanisius. 2007.



