Penjor dalam tradisi Bali memiliki suatu makna yang dalam dan dapat diimplementasikan dalam pendidikan karakter anak berdasarkan Pendidikan Agama dan Karakter (PAK). Melalui metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi, penelitian ini menggali data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjor memiliki makna filosofis yang mencakup tiga dimensi hubungan dalam konsep Tri Hita Karana: hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan. Implementasi nilai-nilai filosofis penjor dalam pendidikan karakter anak meliputi pengembangan aspek spiritual, sosial, dan ekologis melalui pembelajaran kontekstual dan experiential learning. Penelitian ini menemukan bahwa integrasi nilai-nilai penjor dalam PAK berkontribusi positif terhadap pembentukan karakter anak, khususnya dalam menumbuhkan nilai religiositas, kepedulian sosial, dan cinta lingkungan. Temuan ini memberikan landasan empiris bagi pengembangan model pendidikan karakter berbasis kearifan lokal.
Adolph, Ralph. “Analisis Pendapatan Dari Usaha Kerajinan Hiasan Penjor Di Desa Kapal Mengwi,” 2016.
Ariyani, L P S. “Hiasan Bunga Teratai Pada Penjor Galungan Sebagai Teks Etika Sosial Penegakan Dharma.” Bawi Ayah: Jurnal Pendidikan Agama Dan … 13, no. 2 (2022). https://ejournal.iahntp.ac.id/index.php/bawiayah/article/view/823.
Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo. “Penjor, Simbol Manifestasi Istana Tuhan,” 2022. https://bali.kemenag.go.id/opini/penjor-simbol-manifestasi-istana-tuhan.
Gunawan, Imam. “Penelitian Etnografi,” 2000.
Heriyanti, Komang, and I Ketut Wartayasa. “Penjor Galungan Sebuah Seni Religius.” Jnanasidanta, 2020, 1–10. http://jurnal.stahnmpukuturan.ac.id/index.php/jnanasidanta/article/view/815%0Ahttp://jurnal.stahnmpukuturan.ac.id/index.php/jnanasidanta/article/view/815/693.
Ini Tanjung Tani, Widya Lestari Ningsih. “Penjor: Fungsi Dan Maknanya Bagi Umat Hindu Bali,” 2024. https://www.kompas.com/stori/read/2024/07/25/090000979/penjor-fungsi-dan-maknanya-bagi-umat-hindu-bali?page=all.
Kartikawati, Siti Masitoh, Lenny Kusbar Liantar Sari, and Slamet Rifanjani. “Etnobotani Upacara Adat Galungan Masyarakat Hindu Di Desa Sedahan Jaya Kecamatan Sukadana Kabupaten Kayong Utara.” Jurnal Hutan Lestari 11, no. 3 (2023): 759. https://doi.org/10.26418/jhl.v11i3.63871.
Mudra, I Wayan. “Fenomena Langgam Penjor Galungan Pada Era Kekinian Bali.” Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies) 8, no. 2 (2018): 105. https://doi.org/10.24843/jkb.2018.v08.i02.p07.
Normina. “Pendidikan Dalam Kebudayaan.” Jurnal Ittihad 15, no. 28 (2017): 1025. https://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/ittihad/article/view/1930/1452.
Nurjanah, S. “Pengaruh Rasa Syukur Terhadap Tingkat Kebahagiaan Anak.” Jurnal Psikologi Anak, 12(3), 2021.
parisada.com. “Filosofi Dan Makna Penjor.,” 2018. https://desaabiansemal.badungkab.go.id/artikel/29423-filosofi-dan-makna-penjor.
Putu Raka Setya Putra. “Kebudayaan Bali,” 1–20, 1994.
Rahayu, D. “Pendidikan Karakter Melalui Kegiatan Budaya.” Jurnal Pendidikan Karakter Vol X No.1 (2022): 11–20.
Sardiana, I Ketut, and Ketut Kartha Dinata. “Studi Pemanfaatan Tanaman Pada Kegiatan Ritual ( Upakara ) Oleh Umat Hindu Di Bali.” Jurnal Bumi Lestari 10, no. 1 (2010): 123–27.
Sciences, Political, Universitas Udayana, Universitas Udayana, and South Kuta. “Penjor in Hindu Communities : A Symbolic Phrases of Relations between Human to Human , to Environment , and to God Makna Penjor Bagi Masyarakat Hindu : Kompleksitas Ungkapan Simbolis Manusia Kepada Sesama , Lingkungan , Dan Tuhan,” no. Purwandini 2012 (2019): 101–9.
Setyowati, Erni, and Akbar Al Masjid. “Mengimplementasikan Pembentukan Karakter Siswa Di Sekolah Dasar Melalui Kebudayaan Daerah Klaten,” 2020.
Suardika, I. “Makna Filosofis Penjor Dalam Budaya Bali.” Jurnal Budaya Dan Pendidikan, 12(2), 2019, 45–46.
Sutama, I Wayan. “Penjor Sebagai Simbol Pencitraan Diri Umat Hindu Di Kota Mataram.” Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora 3, no. 1 (2020): 51–74. https://doi.org/10.37329/ganaya.v3i1.422.



