Prinsip-Prinsip Penginjilan dalam  Dialog Misiologis Yesus dalam Injil Yohanes dan Penerapannya oleh Para Rasul

Authors

Memoryni Kakisina
Sekolah Tinggi Teologi Johanes Calvin
Keywords: Penginjilan, Dialog Misiologis, Injil Yohanes, Yesus Kristus, Misi Gereja

Penginjilan merupakan bagian penting dari misi Allah (missio Dei) yang diwujudkan melalui pemberitaan Injil kepada dunia. Injil Yohanes menampilkan pendekatan penginjilan yang unik melalui dialog-dialog Yesus dengan berbagai individu dan kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prinsip-prinsip penginjilan dalam dialog misiologis Yesus dalam Yohanes 1–4 serta membandingkannya dengan penerapannya dalam pelayanan para rasul. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan teologi biblika yang bersifat deskriptif melalui analisis teks terhadap dialog-dialog Yesus dengan Yohanes Pembaptis, para murid pertama, Filipus dan Natanael, Nikodemus, serta perempuan Samaria. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dialog-dialog tersebut memuat prinsip-prinsip penginjilan yang bersifat kristosentris, berakar pada inisiatif ilahi, menekankan kuasa firman dan karya Roh Kudus, serta mengarah pada transformasi identitas dan respons iman kepada Kristus. Prinsip-prinsip ini juga terlihat dalam praktik pelayanan para rasul yang menekankan kesaksian Injil, dialog yang kontekstual, dan undangan untuk percaya kepada Yesus sebagai Mesias dan Anak Allah. Dengan demikian, dialog misiologis dalam Injil Yohanes memberikan model teologis dan praktis bagi penginjilan gereja masa kini.

Balia, Daryl & Kim, Kirsteen (eds.). (2010). Witnessing to Christ. Regnum Books International.

Bevans, Stephen B & Schroeder, Roger P. (2011). Prophetic Dialogue: Reflections on Christian Meeting Today . Orbit Books.

Bosch, David J. (1991). “Transforming Mission: Paradigm Shifts in Theology of Mission,” American Society of Missiology Series No 16 . Orby Books.

Bradbur, Richard. (2018). “Missio Dei - Mission of God”. ttps://www.groundlevel.org.uk/images/Missio_Deidocx_1.pdf Moltmann, Jurgen. (1975). The Church in the Power of the Spirit: A contribution to Messianic Ecclesiology. SCM.

Gitari, David. (1974). “Theologies of Presence, Dialogue and Proclamation”, Laussane Movement.

https://lausanne.org/wp-content/uploads/2007/06/1116.pdf

Kistemaker, Simon J. (2004). The Conversations of Jesus: Learning From His Encounters. Baker Books.

Shorter, Aylward, (1994). Evangelization and Culture.Geoffrey Chapman.

Stott, John. (1974). “The Biblical Basis of Evangelism” Laussane Movement. Published version of John Stott’s plenary address given at the First International Congress on World Evangelization in Lausanne, Switzerland in 1974. https://lausanne.org/content/john-stott-biblical-basis-of-evangelism.

Thomaskutty, Johnson. The Nature and Function of Dialogue in the Book of Signs (John 1:19–12:50). PhD diss., Radboud University Nijmegen, 2014.

Towns, Elmer L. (1990). The Gospel of John: Believe and Live. Liberty Education. https://digitalcommons.liberty.edu/towns_books/107

Wagner, C. Peter. (1989). , Strategies For Church Growth Tools For Effective Mission and Evanglism. Wipf and Stock Publishers.

Conversation with Jesus Vol.1 https://exchangemessage.org/wp-content/uploads/2021/07/Conversations-with-Jesus-Vol-1-sample.pdf

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2025-06-30

Issue

Section

Articles

How to Cite

Prinsip-Prinsip Penginjilan dalam  Dialog Misiologis Yesus dalam Injil Yohanes dan Penerapannya oleh Para Rasul. (2025). Sola Scriptura: Jurnal Teologi, 6(1), 82-127. https://journal.sttjohanescalvin.ac.id/index.php/Scriptura/article/view/118